Slide-1

Bersama Melawan Corona

Slide-2

Juara Best Design Robotic Mobile Tingkat Nasional 2018

Slide-3

Medali Perak Bidang Kimia Terintegrasi KSM Nasional di Bengkulu Tahun 2018

Slide-4

Wisuda Purna Siswa dan Pengukuhan Kelulusan Prodistik ITS 2019

Slide-5

Aksi Drum Band Kanjeng Jimat dalam Pawai Budaya dan Pembangunan HUT RI ke-74

Selasa, 27 November 2018

Pembina Jurnalistik: Sikapi Hoax secara Benar


           
           MAN 2 Nganjuk – Ekstrakurikuler Jurnalistik MAN 2 Nganjuk menyelenggarakan pembinaan jurnalistik remaja di salah satu ruang kelas (23/11). Pembinaan jurnalistik ini diikuti oleh perwakilan kelas X, XI, dan XII serta rekan-rekan jurnalistik kelas X dan XI. Kegiatan dengan tema “Menyikapi Hoax” ini dimulai pukul 13.00 s.d. 14.30.
            “Sejarah mencatat hoax ada sejak tahun 1661. Hoax mulai ramai di Indonesia beberapa tahun terakhir, seiring peningkatan penggunaan sosial media seperti whatsapp, facebook, instagram, dan lain-lain. Hoax atau dikenal dengan berita bohong bisa menimbulkan dampak buruk. Misalnya, keresahan, ketakutan, dan kekhawatiran. Penting bagi kita untuk menyikapi hoax secara benar. Misalnya jika itu hoax jangan ikut-ikutan menyebarkan,” kata Bapak Puguh saat menyampaikan materi. 
          Pembinaan jurnalistik ini kali kedua dilaksanakan oleh ekstrakurikuler jurnalistik. Harapannya, tahun-tahun berikutnya kegiatan ini bisa rutin dilaksanakan dengan tema-tema terpilih yang mutakhir. (pg).
Geleri foto: 


Selasa, 06 November 2018

Robotika MAN 2 Nganjuk Juara 1 Best Design Rescue Robot Mobile 2018

Pembina robotika MAN 2 Nganjuk (foto kiri) dan tim robotika MAN 2 Nganjuk

            MAN 2 Nganjuk – Tim robotika MAN 2 Nganjuk juara 1 Best Design Rescue Robot Mobile tahun 2018 di Depok Town Square, Jawa Barat (3-4/11). Mereka adalah Moh. Rizky Rahman dan Wildan Taufiqie D., keduanya duduk di kelas di kelas XII BCA (Kelas IPA) dan A. Badru Munir kelas XII IPA 2 yang khusus sebagai teknisi robot.     Sebelumnya mereka lolos seleksi untuk ke tahap nasional pada 21 Oktober 2018.
“Kami butuh persiapan yang panjang untuk lomba ini. Apalagi ini tingkat nasional yang diadakan oleh Kemenag Pusat. Kami berulang kali memprogram robot sampai betul. Pemrograman ini penting agar robot mampu bergerak secara benar,” terang Rizky yang beberapa kali mengikuti lomba robot.
            “Kompetisi kali ini terbilang kategori baru bagi kami. Banyak pelajaran yang bisa saya ambil. Misalnya pemilihan sensor led. Beberapa kali saya mencoba sensor yang responsif. Sampai akhirnya mendapatkan sensor yang tepat pada robot,” tutur Wildan.
            Kompetisi robot madrasah ini diselenggarakan oleh Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Kompetisi tahun ini merupakan tahun ke empat. Kompetisi ini diikuti oleh jenjang MI, MTs sampai MA.
Dikutip dari situs resemi, ajang ini merupakan kompetisi dan otomasi tingkat madrasah se-Indonesia. Mulai dari menemukan ide, merakit atau merancang, mengoperasikan hingga menemukan teknologi baru di bidang robotika dan otomasi sampai cara mempresentasikan atau meyakinkan bahwa robot yang dirancang memiliki manfaat bagi kehidupan manusia. (pg)


Kamis, 01 November 2018

3 Siswi MAN 2 Nganjuk Juara dalam Bulan Bahasa 2018


Dari kiri: Novita, Alfina, Bu Titik (pembina), dan Fitri

            MAN 2 Nganjuk – 3 siswi MAN 2 Nganjuk raih juara dalam Bulan Bahasa Tadris Bahasa Indonesia 2018 yang diselenggarakan oleh Jurusan Tadris IAIN Tulungagung (29/10). Mereka adalah Erlina Novita Sari (XII BCS) juara 1 lomba menulis puisi, Alfina Nur Zahro (XII BCA) juara 3 lomba menulis cerita pendek (cerpen), dan Fitri Nur Alifah (XII BCS) juara 3 lomba menulis puisi. Mereka diumumkan sebagai juara setelah diumumkan melalui sosial media di akun panitia pada 26 Oktober 2018. Kemudian, 29 Oktober 2018 mereka diundang untuk membacakan puisi dan serah terima piala.
            “Saya tahu mereka berpotensi. Saya mendorong mereka untuk mengembangkan potensinya melalui lomba ini. Sebagai pengajar bahasa Indonesia, saya mendorong mereka agar membuat karya sepenuh hati,” ungkap pembina sekaligus pengajar bahasa Indonesia, Bu Titik.
            “Awalnya saya pesimis dengan puisi saya yang berjudul Mengingat Masa. Namun, saya teringat tulisan dari sebuah buku. Jangan takut mencoba. Prestasi tidak memandang dari mana seseorang berasal. Sang juara ialah mereka yang bertekad baja dan berkalung tabah serta mengerti untuk apa Tuhan memberi kesempatan untuk jatuh,” tutur Novi yang juga gemar membaca.
            “Puisi berjudul Kontra Jiwa dalam Dua Masa ini menceritakan perbedaan pemuda jaman dulu dan pemuda jaman sekarang. Saya tidak menyangka bisa juara 3. Lomba ini merupakan kali pertama bagi saya. Banyak hal yang bisa saya ambil pelajaran dari lomba ini,” ucap Fitri yang puisinya pernah di muat di majalah sekolah ini.
            “Cerpen saya berjudul Man Jadda Wa Jadda menceritakan seorang pemuda yang dalam menggapai impiannya mengalami banyak cobaan. Cobaan yang datang dari orang tua, keadaan ekonomi dan kisah asmara,” kata Alfina yang sekarang duduk di kelas XII. (pg)

resep donat empuk ala dunkin donut resep kue cubit coklat enak dan sederhana resep donat kentang empuk lembut dan enak resep es krim goreng coklat kriuk mudah dan sederhana resep es krim coklat lembut resep bolu karamel panggang sarang semut